Cuma kumpulan cerpen + karangan bebas anak aneh.

Selamat Datang

embun


(terispirasi dari -- >> tentang pentingnya harapan – shitlicious ) Gemuruh gerimis pagi ini. Aku merasa seperti embun. Yang sedang mencari sehelai daun yang mampu menopangku . yang mampu menahanku lebih lama daripada pagi, yang tidak membiarkan pucuk-nya membuat embun jatuh lunglai menetes ke tanah yang lembab dan lengket . Namun aku mengerti , lambat naun embun harus terhempas lepas entah memcahkan dirinya menjadi percikan-percikan air di udara . ataupun dibiarkan terjatuh dengan lembut dan terpecah diatas tanah. Namun jika aku menjadi embun , aku memilih untuk langsung merebahkan diriku kepada tanah, karena aku tahu lambat laun aku memang ditakdirkan untuk terhempas.entah tanah itu sendiri rela atau tidak untuk aku tempati . Untuk membuat tanah semakin lembab,tidak perlu aku memperdulikan daun daun hijau yang sangat rindang dan indah. Aku akan menghempaskan tubuh ini dan menyatu pada tanah , bekerja sama untuk membuat tanah menjadi terlengkapi , olehku.



0 komentar:

Posting Komentar

embun Blue Fire Pointer