Aku benci ujian nasional ?!!!!!!!!!!!!!!!
Tuhan kau hadirkan aku didunia ..
Dengan sejuta warna cinta..
Dan setampah warni duka..
Sekarang aku sedang merasa..
Resah desah di dalam hati..
Entah mengapa aku meratapi..
Sejuta kisah yang telah kujalani..
Tiada berarti lagi..
Tuhan.. mengapa harapanku tidak kenyataan..
Mengapa kenyataanku selalu terbalik dengan harapanku..
Mengapa kau biarkan aku menahan..
Menahan luka yang tiada henti ..
Siapa yang tahu aku disini..
Sendiri duduk termenung sepi
Sunyi ,lara , mengerubuti..
Karena tak sampainya mimpi ini..
Nilai ujianku tak sesuai harapan ..
Aku rasa ini bukan keadilan..
Keadilan telah pergi tertelan..
Membuatku benci kenyataan…
Tiga tahun ku menuntutmu..
Ku helaimu lembar demi lembar
Tiga tahun ditentukan tiga hari..
Tulang rusuk ini pun nyeri..
Membayangkan apa yang akan terjadi…
Dan kini kutemukan jawabannya , didepan mata ini..
Sekolah impiankupun melayang
Ingin rasanya aku terbang
Mengelabuhi dunia tanpa terhalang
Terbang bersama mimpi yang masih terbayang Ketika aku mulai berdiri lagi…
Menghadapi dunia yang penuh duri..
Ingin rasanya tersenyum menyapa mentari..
Namun seketika itu redup sampai sanubari
Karena sekolah impian keduaku pun ..semu..
Ingin rasanya aku kembali ke masa lalu..
Agar tak ku jinjing beban ini di bahu..
Hilang gairah jika aku tidak sekolah dimana yang aku mau..
Kucoba terima kisah nyata..
Membuka lebar kedua kelopak mata..
Karena ku tak pantas berada disekolah sana..
Kini kucari sekolah yang apa adanya..
Tuhan selalu punya rahasia..
Memang tak memberi apa yang kumau..
Dan kurasa juga tak memberi apa yang aku butuh..
Intinya ini bukan salah tuhan..
Ini salah ujian..nasional Indonesia.
Untuk apa aku juara tiap tahunnya
Bila pada akhirnya aku tak juara
Bila pada akhirnya aku kalah dari yang seharusnya kalah..
Bila kunci jawaban masih merajalela..
Menjadi kewajiban “mereka” memilikinya..
Kawann.. bukannya aku sok dan belagu..
Karena jujur itu nikmat walau pahit terlebih dahulu..
Karena nilai pun bukan penentu masa depanku ……… bukan ??
Kini aku bertanya??
Dimana kejujuran ? dimana ?
Sudah tidak kutemukan kesucian hati disana..
Berlomba –lomba berbuat curang bak lampu hijau tak pernah padam.
Bila para pemuda saja sudah memulai “ini” ….?
JANGAN TANYA BAGAIMANA NASIB INDONESIA DI MASA YANG AKAN DATANG ?!
.
Menjadi kewajiban “mereka” memilikinya..
Sampai tiba saatnya waktu itu..
Waktu dimana menentukan sebuah nilai ke absurd-an..
0 komentar:
Posting Komentar